Kamis, 02 Juni 2016

laporan ekotan 2016

ALIRAN ENERGI PRODUSEN-KONSUMEN
Hasil
Tabel Pengamatan
Tabel 1 Perubahan pada siput Hydrilla sp, dan air pada setiap botol
Tempat
Botol
Pengamatan hari ke -
Terang (A)

1
2
3
4
5
6
7
1
Hydrilla masih ada dan warna air tidak berubah
Hydrilla masih ada dan warna ir berubah menjadi warna biru
Hydrilla masih ada, air bening namun agak berwarna hijau kekuningan
Hydrilla masih ada, airnya bening dan berubah warna menjadi biru
Hydrilla masih ada, airnya berwarna agak kehijauan
Hydrilla masih ada, warna airnya berubah menjadi hijau kekuningan
Hydrilla masih ada, air berwarna hijau kekuningan dan dibagian bawahnya agak keruh
2
Siput masih ada dan warna air tidak berubah
Siput masih ada dan warna air sedikit keruh
Siputnya mati, airnya berubah warna menjadi agak kekuningan dan bagian bawahnya keruh
Siputnya mati, dan warna airnya agak kuning  dan keruh
Siputnya mati, dan warna airnya agak kuning  dan keruh
Siputnya mati, dan warna airnya agak kuning  dan keruh
Siputnya mati, dan warna airnya agak kuning  dan keruh
3
Siput dan hydrilla masih ada dan warna air agak keruh dari botol 1 dan 2
Siput dan hydrilla masih ada dan warna air juga sedikit keruh
Siput dan hydrilla masih ada, airnya bening, namun warnanya agak hijau kekuningan
Siput dan hydrilla masih ada, airnya bening, namun agak berwarna kehijauan
Siput dan hydrilla masih ada, warna airnya agak kehijauan
Siput dan hydrilla masih ada, warna airnya agak kekuningan
Siput dan hydrilla masih ada, namun airnya keruh dan berwarna agak kehijauan
4
Tidak terjadi perubahan warna air
Tidak terjadi perubahan warna air
Tidak terjadi perubahan warna air
Tidak terjadi perubahan warna air
Tidak terjadi perubahan warna air
Tidak terjadi perubahan warna air
Tidak terjadi perubahan warna air
Gelap (A)
1
Hydrilla masih ada dan warna air tidak berubah
Hydrilla masih ada dan warna air tidak berubah
Hydrilla masih ada, airnya bening namun berwarna kuning agak kehijauan
Hydrilla masih ada, airnya bening namun agak berwarna hijau kekuningan
Hydrilla masih ada, airnya bening namun agak berwarna hijau kekuningan
Hydrilla masih ada, airnya bening namun agak berwarna hijau kekuningan
Hydrilla masih ada, airnya keruhpada bagian bawahnya namun agak berwarna hijauan
2
Siput masih ada dan warna air tidak berubah
Siput mati
Siput mati airnya bening pada bagian atas dan keruh pada bagaian bawah
Siput mati airnya bening pada bagian atas dan keruh pada bagaian bawah
Siput mati airnya bening pada bagian atas dan keruh pada bagaian bawah
Siput mati airnya bening pada bagian atas dan keruh pada bagaian bawah
Siput mati dan airnya keruh
3
Siput dan Hydrilla masih ada dan warna air tidak berubah
Siput dan Hydrilla masih ada dan warna air tidak berubah
Siput dan Hydrilla masih ada, airnya bening dan keruh pada bagian bawah
Siput dan Hydrilla masih ada, warna airnya berubah agak kehijauan airnya bening dan keruh pada bagian bawah
Siput mati, dan warna airnya berubah agak kehijauan, airnya bening dan keruh pada bagian bawah
Warna airnya kehijauan, airnya bening dan keruh pada bagian bawah
Warna airnya kehijauan, dan keruh seluruhnya
4
Tidak terjadi perubahan warna air
Tidak terjadi perubahan warna air
Tidak terjadi perubahan warna air
Tidak terjadi perubahan warna air
Tidak terjadi perubahan warna air
Tidak terjadi perubahan warna air
Tidak terjadi perubahan warna air

Pembahasan
Dalam ekosistem terjadi proses yang disebut siklus materi dan aliran energy. Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melanjutkan kerja. Energi yang dimiliki oleh setiap organisme adalah energi kimia yang diperoleh dari makanannya dalam bentuk protein, karbohidrat, lemak dan sebagainya. Energi tersebut diciptakan pertama kali pada tingkatan produsen (tumbuhan hijau) dengan mengubah energi matahari ke dalam bentuk energi potensial. Perlu diketahui bahwa energi di dalam ekosistem ini tuduk pada hukum Termodinamika II. Aliran energi dalam ekosistem akan selalu seirama dengan siklus materi. Kedua proses tersebut berjalan melalui rantai makanan dan jaring makanan. Di samping itu, di alam juga terjadi siklus biogeokimia yaitu peredaran bahan abiotik dari lingkungan melalui komponen biotic dan kembali lagi ke lingkungan. Siklus biogeokimia dikelompokkan ke dalam tipe siklus gas (gas karbon, nitrogen, belarang), siklus padatan / siklus sedimen (fosfor), dan tipe siklus air (hidrologi) (Indriyanto, 2006 dalam Maulina, 2015).
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan selama satu minngu (7hari) setiap sekali 24 jam. Didapatkan hasil seperti pada tabel pengamatan. Pada hari pertama tidak terjadi perubahan apa-apa baik dari hydrilla, siput maupun airnya. Hal ini kemungkinan karena masih adaa oksigen kemarin yang tersisa, selain itu hydrilla juga mampu menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesisnya.
Pengamatan hari kedua sudah mulai menunjukkan adanya perubahan, seperti ditempat teranga airnya berubah menjadi warna biru, ini karena pengaruh dari timbol blue yang diteteskan sebelumnya. Warna air pada botol A2 dan A3 juga mulai berubah keruh, hal ini karena pengaruh dari kotoran yang dikeluarkan oleh siput. Namun, siput pada hari kedua ini masih hidup, kemungkinan siput masih bisa menerima oksigen yang dikeluarkan oleh hydrilla meskipun kemungkinan oksigen yang dihasilkan sedikit. Berbeda dengan reaksi terang, pada reaksi gelap, siput pada botol sampel B2 nya sudah mati, ini karena siput tidak menerima udara, dan kemungkinan hydrilla menghasilkan sedikit atau bahkan tidak menghasilkan oksigen.
Pengamatan pada hari ketiga sebagaimana yang terlihat warna air dari masing-masing botol sudah mulai berubah ada yang warnanya agak hijau kekuningan, ada yang cuma agak kehijauan. Siput pada botol sampel A2, pada reaksi terangpun sudah mati. Dari hasil ini dapat dikatakan bahwa reaksi terang lebih membantu dalam proses laju fotosintesis untuk menghasilkan oksigen, gelombang cahaya mampu membantu hydrilla untuk menambah zat warna hijau yang digunakan untuk proses fotosintesis.
Selanjutnya pengamatan hari ke empat keadaannnya masih sama dengan hari ketiga, paling hanya airnya saja, hal ini kemungkinan karena pengaruh dari hydrilla yang direndam terlalu lama tanpa adanya udara yang masuk, selain itu juga dipengaruhi oleh kotoran yang keluar dari siput seperti lendir dan kororan tinjanya. Hal ini juga yang membuat air menjadi busuk.
Selanjutnya pengamatan pada hari ke lima, pada hari kelima ini semua siput sudah mati kecuali yang ada pada botol sampel A3 reaksi terang, dan hanya siput inilah yang mampu bertahan hingga pengamatan hari ketujuh. Keadaan dari hydrilla pada masing-masing sampelpun masih baik, memang keadaannya agak mulai tidak segar, namun masih hijau.
Berdasarkan pengamatan ini dapat dilihat bahwa aliran energi yang terjadi di dalamnya adalah dari hydrilla diserap oleh siput, siput mengeluarkan kotoran yang menghasilkan karbondioksida, diserap lagi oleh hydrilla begitu pun seterusnya. Tetapi pada kenyataannya, bila dilihat dari hasil pengamatan, aliran energi ini tidak berjala dengan lancar, kemungkinan hal ini karena ada faktor lain yang mempengaruhinya. Jika aliran energi merupakan arus satu arah yang diperbarui terus dari pasokan SS, aliran materi yang diperlukan dunia kehidupan pada dasarnya bersifat dua arah karena bahan-bahan kimia terbatas persediaannya hingga harus digunakan lagi menurut proses perputaran (siklus). Karena proses siklus materi tidak hanya terjadi dalam tubuh organism (biota), tetapi berlangsung juga dalam linkungann abiotik, proses ini disebut siklus biogeokimia (Wirakusumah, 2003 dalam Mauliana, 2015).
Praktikum ini bisa dikatakan merupakan ekosistem buatan yang dilakukan pada tanaman air dan hewan darat, karena hal ini alira energi yang terjadi tidak sempurna. Menurut Setyo (2007) dalam Mauliana (2015) Dalam ekosistem air, pertukaran CO2 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung. Karbondioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof lain. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, CO2 yang mereka keluarkan menjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat dalam air adalah seimbang dengan jumlah CO2 di air.
Dalam pengamatan ini yang berperan sebagai produsen adalah  hydrilla, dan yang menjadi konsumennya merupakan siput, karena siputlah yang menerima oksigen dari hasil fotosintesis hydrilla. Hubungan antara produsen dan konsumen dalam kaitannya dengan siklus karbon dan mutlak diperlukan dalam suatu ekosistem untuk menjaga kestabilannya. Di lingkungan terbuka, sangat sulit untuk menentukan faktor apa yang mempengaruhi hubungan tersebut karena terdapat banyak faktor yang mempengaruinya. Dalam siklus karbon, atom karbon terus mengalir dari produsen ke konsumen dalam bentuk molekul CO2 dan karbohidrat, sedangkan energy foton matahari digunakan sebagai pemasok energi yang utama. produsen memerlukan CO2 yang dihasilkan konsumen untuk melakukan fotosintesis. Dari kegiatan fotosintesis tersebut, produsen dapat menyediakan karbohidrat dan oksigen yang diperlukan oleh konsumen untuk melangsungkan kehidupannya (Anshory, 1984 dalam Mauliana, 2015).



Kesimpulan
Simpulan yang dapat diambil dari praktikum pengamatan aliran energi produsen-konsumen adalah Hubungan antara produsen dan konsumen dalam kaitannya dengan siklus karbon dan mutlak diperlukan dalam suatu ekosistem untuk menjaga kestabilannya. Di lingkungan terbuka, sangat sulit untuk menentukan faktor apa yang mempengaruhi hubungan tersebut karena terdapat banyak faktor yang mempengaruinya. Dalam siklus karbon, atom karbon terus mengalir dari produsen ke konsumen dalam bentuk molekul CO2 dan karbohidrat, sedangkan energy foton matahari digunakan sebagai pemasok energi yang utama. produsen memerlukan CO2 yang dihasilkan konsumen untuk melakukan fotosintesis. Dari kegiatan fotosintesis tersebut, produsen dapat menyediakan karbohidrat dan oksigen yang diperlukan oleh konsumen untuk melangsungkan kehidupannya.
Aliran energi dalam ekosistem akan selalu seirama dengan siklus materi. Kedua proses tersebut berjalan melalui rantai makanan dan jaring makanan. Aliran energi yang terjadi pengamatan ini adalah dari hydrilla yang menhasilkan oksigen dari fotosintesis, yang kemudian diserap oleh siput, selanjutnya siput mengeluarkan kotoran yang menjadi karbondioksida dan diserap lagi oleh  hydrilla, begitu terus aliran energi yang terjadi.



Daftar Pustaka
Anshory, I. 1984. Biologi umum. Bandung : Genesa Exact
Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Mauliana, V. 2015. Praktikum Ekologi Tumbuhan Daur Karbon. https://      Qurratuain  Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan  Daur Karbon .html           [diakses tanggal 30 mei 2016]
Muslimin.L.W.1996. Mikrobiologi Lingkungan. Jakarta : UI Press
Setyo, L. 2007. Ekologi. Malang : Bayomedia Publishing

Tumis Labu siam

SELASA, 03 OKTOBER 2017 1. siapkan alat dan bahan yang akan digunakan. (bahan: labu siam, cabai, minyak goreng, garam, sasa (penyedap rasa),...