ALIRAN
ENERGI PRODUSEN-KONSUMEN
Hasil
Tabel Pengamatan
Tabel 1 Perubahan pada
siput Hydrilla sp, dan air pada
setiap botol
|
Tempat
|
Botol
|
Pengamatan
hari ke -
|
||||||
|
Terang
(A)
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
1
|
Hydrilla
masih
ada dan warna air tidak berubah
|
Hydrilla
masih ada dan warna ir berubah menjadi warna biru
|
Hydrilla
masih ada, air bening namun agak berwarna hijau kekuningan
|
Hydrilla
masih ada, airnya bening dan berubah warna menjadi biru
|
Hydrilla
masih ada, airnya berwarna agak kehijauan
|
Hydrilla
masih ada, warna airnya berubah menjadi hijau kekuningan
|
Hydrilla
masih ada, air berwarna hijau kekuningan dan dibagian bawahnya agak keruh
|
|
|
2
|
Siput masih ada dan
warna air tidak berubah
|
Siput masih ada dan
warna air sedikit keruh
|
Siputnya mati, airnya
berubah warna menjadi agak kekuningan dan bagian bawahnya keruh
|
Siputnya mati, dan
warna airnya agak kuning dan keruh
|
Siputnya mati, dan
warna airnya agak kuning dan keruh
|
Siputnya mati, dan
warna airnya agak kuning dan keruh
|
Siputnya mati, dan
warna airnya agak kuning dan keruh
|
|
|
3
|
Siput dan hydrilla masih ada dan warna air agak
keruh dari botol 1 dan 2
|
Siput dan hydrilla masih ada dan warna air juga
sedikit keruh
|
Siput dan hydrilla masih ada, airnya bening,
namun warnanya agak hijau kekuningan
|
Siput dan hydrilla masih ada, airnya bening,
namun agak berwarna kehijauan
|
Siput dan hydrilla masih ada, warna airnya agak
kehijauan
|
Siput dan hydrilla masih ada, warna airnya agak
kekuningan
|
Siput dan hydrilla masih ada, namun airnya keruh
dan berwarna agak kehijauan
|
|
|
4
|
Tidak
terjadi perubahan warna air
|
Tidak terjadi
perubahan warna air
|
Tidak terjadi
perubahan warna air
|
Tidak terjadi
perubahan warna air
|
Tidak terjadi
perubahan warna air
|
Tidak terjadi
perubahan warna air
|
Tidak terjadi
perubahan warna air
|
|
|
Gelap
(A)
|
1
|
Hydrilla
masih ada dan warna air tidak berubah
|
Hydrilla
masih ada dan warna air tidak berubah
|
Hydrilla
masih ada, airnya bening namun berwarna kuning agak kehijauan
|
Hydrilla
masih ada, airnya bening namun agak berwarna hijau kekuningan
|
Hydrilla
masih ada, airnya bening namun agak berwarna hijau kekuningan
|
Hydrilla
masih ada, airnya bening namun agak berwarna hijau kekuningan
|
Hydrilla
masih ada, airnya keruhpada bagian bawahnya namun agak berwarna hijauan
|
|
2
|
Siput masih ada dan
warna air tidak berubah
|
Siput mati
|
Siput mati airnya
bening pada bagian atas dan keruh pada bagaian bawah
|
Siput mati airnya
bening pada bagian atas dan keruh pada bagaian bawah
|
Siput mati airnya
bening pada bagian atas dan keruh pada bagaian bawah
|
Siput mati airnya
bening pada bagian atas dan keruh pada bagaian bawah
|
Siput mati dan airnya
keruh
|
|
|
3
|
Siput dan Hydrilla masih ada dan warna air tidak
berubah
|
Siput dan Hydrilla masih ada dan warna air tidak
berubah
|
Siput dan Hydrilla masih ada, airnya bening dan
keruh pada bagian bawah
|
Siput dan Hydrilla masih ada, warna airnya
berubah agak kehijauan airnya bening dan keruh pada bagian bawah
|
Siput mati, dan warna
airnya berubah agak kehijauan, airnya bening dan keruh pada bagian bawah
|
Warna airnya
kehijauan, airnya bening dan keruh pada bagian bawah
|
Warna airnya
kehijauan, dan keruh seluruhnya
|
|
|
4
|
Tidak
terjadi perubahan warna air
|
Tidak terjadi
perubahan warna air
|
Tidak terjadi
perubahan warna air
|
Tidak terjadi
perubahan warna air
|
Tidak terjadi
perubahan warna air
|
Tidak terjadi
perubahan warna air
|
Tidak terjadi
perubahan warna air
|
|
Pembahasan
Dalam
ekosistem terjadi proses yang disebut siklus materi dan aliran energy. Energi
didefinisikan sebagai kemampuan untuk melanjutkan kerja. Energi yang dimiliki
oleh setiap organisme adalah energi kimia yang diperoleh dari makanannya dalam
bentuk protein, karbohidrat, lemak dan sebagainya. Energi tersebut diciptakan
pertama kali pada tingkatan produsen (tumbuhan hijau) dengan mengubah energi
matahari ke dalam bentuk energi potensial. Perlu diketahui bahwa energi di
dalam ekosistem ini tuduk pada hukum Termodinamika II. Aliran energi dalam
ekosistem akan selalu seirama dengan siklus materi. Kedua proses tersebut
berjalan melalui rantai makanan dan jaring makanan. Di samping itu, di alam
juga terjadi siklus biogeokimia yaitu peredaran bahan abiotik dari lingkungan
melalui komponen biotic dan kembali lagi ke lingkungan. Siklus biogeokimia
dikelompokkan ke dalam tipe siklus gas (gas karbon, nitrogen, belarang), siklus
padatan / siklus sedimen (fosfor), dan tipe siklus air (hidrologi) (Indriyanto,
2006 dalam Maulina, 2015).
Berdasarkan
pengamatan yang telah dilakukan selama satu minngu (7hari) setiap sekali 24
jam. Didapatkan hasil seperti pada tabel pengamatan. Pada hari pertama tidak
terjadi perubahan apa-apa baik dari hydrilla,
siput maupun airnya. Hal ini kemungkinan karena masih adaa oksigen kemarin yang
tersisa, selain itu hydrilla juga
mampu menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesisnya.
Pengamatan
hari kedua sudah mulai menunjukkan adanya perubahan, seperti ditempat teranga
airnya berubah menjadi warna biru, ini karena pengaruh dari timbol blue yang
diteteskan sebelumnya. Warna air pada botol A2 dan A3 juga mulai berubah keruh,
hal ini karena pengaruh dari kotoran yang dikeluarkan oleh siput. Namun, siput
pada hari kedua ini masih hidup, kemungkinan siput masih bisa menerima oksigen
yang dikeluarkan oleh hydrilla
meskipun kemungkinan oksigen yang dihasilkan sedikit. Berbeda dengan reaksi terang,
pada reaksi gelap, siput pada botol sampel B2 nya sudah mati, ini karena siput
tidak menerima udara, dan kemungkinan hydrilla
menghasilkan sedikit atau bahkan tidak menghasilkan oksigen.
Pengamatan
pada hari ketiga sebagaimana yang terlihat warna air dari masing-masing botol
sudah mulai berubah ada yang warnanya agak hijau kekuningan, ada yang cuma agak
kehijauan. Siput pada botol sampel A2, pada reaksi terangpun sudah mati. Dari
hasil ini dapat dikatakan bahwa reaksi terang lebih membantu dalam proses laju
fotosintesis untuk menghasilkan oksigen, gelombang cahaya mampu membantu hydrilla untuk menambah zat warna hijau
yang digunakan untuk proses fotosintesis.
Selanjutnya
pengamatan hari ke empat keadaannnya masih sama dengan hari ketiga, paling
hanya airnya saja, hal ini kemungkinan karena pengaruh dari hydrilla yang direndam terlalu lama
tanpa adanya udara yang masuk, selain itu juga dipengaruhi oleh kotoran yang
keluar dari siput seperti lendir dan kororan tinjanya. Hal ini juga yang
membuat air menjadi busuk.
Selanjutnya
pengamatan pada hari ke lima, pada hari kelima ini semua siput sudah mati
kecuali yang ada pada botol sampel A3 reaksi terang, dan hanya siput inilah
yang mampu bertahan hingga pengamatan hari ketujuh. Keadaan dari hydrilla pada masing-masing sampelpun
masih baik, memang keadaannya agak mulai tidak segar, namun masih hijau.
Berdasarkan
pengamatan ini dapat dilihat bahwa aliran energi yang terjadi di dalamnya
adalah dari hydrilla diserap oleh
siput, siput mengeluarkan kotoran yang menghasilkan karbondioksida, diserap
lagi oleh hydrilla begitu pun
seterusnya. Tetapi pada kenyataannya, bila dilihat dari hasil pengamatan,
aliran energi ini tidak berjala dengan lancar, kemungkinan hal ini karena ada
faktor lain yang mempengaruhinya. Jika aliran energi merupakan arus satu arah
yang diperbarui terus dari pasokan SS, aliran materi yang diperlukan dunia
kehidupan pada dasarnya bersifat dua arah karena bahan-bahan kimia terbatas
persediaannya hingga harus digunakan lagi menurut proses perputaran (siklus).
Karena proses siklus materi tidak hanya terjadi dalam tubuh organism (biota),
tetapi berlangsung juga dalam linkungann abiotik, proses ini disebut siklus
biogeokimia (Wirakusumah, 2003 dalam Mauliana, 2015).
Praktikum
ini bisa dikatakan merupakan ekosistem buatan yang dilakukan pada tanaman air
dan hewan darat, karena hal ini alira energi yang terjadi tidak sempurna. Menurut
Setyo (2007) dalam Mauliana (2015) Dalam ekosistem air, pertukaran CO2 dengan
atmosfer berjalan secara tidak langsung. Karbondioksida berikatan dengan air
membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat
adalah sumber karbon bagi alga yang memproduksi makanan untuk diri mereka
sendiri dan organisme heterotrof lain. Sebaliknya, saat organisme air
berespirasi, CO2 yang mereka keluarkan menjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat
dalam air adalah seimbang dengan jumlah CO2 di air.
Dalam
pengamatan ini yang berperan sebagai produsen adalah hydrilla, dan yang menjadi
konsumennya merupakan siput, karena siputlah yang menerima oksigen dari hasil
fotosintesis hydrilla. Hubungan
antara produsen dan konsumen dalam kaitannya dengan siklus karbon dan mutlak
diperlukan dalam suatu ekosistem untuk menjaga kestabilannya. Di lingkungan
terbuka, sangat sulit untuk menentukan faktor apa yang mempengaruhi hubungan
tersebut karena terdapat banyak faktor yang mempengaruinya. Dalam siklus
karbon, atom karbon terus mengalir dari produsen ke konsumen dalam bentuk
molekul CO2 dan karbohidrat, sedangkan energy foton matahari digunakan sebagai
pemasok energi yang utama. produsen memerlukan CO2 yang dihasilkan konsumen
untuk melakukan fotosintesis. Dari kegiatan fotosintesis tersebut, produsen
dapat menyediakan karbohidrat dan oksigen yang diperlukan oleh konsumen untuk
melangsungkan kehidupannya (Anshory, 1984 dalam Mauliana, 2015).
Kesimpulan
Simpulan
yang dapat diambil dari praktikum pengamatan aliran energi produsen-konsumen
adalah Hubungan antara produsen dan konsumen dalam kaitannya dengan siklus
karbon dan mutlak diperlukan dalam suatu ekosistem untuk menjaga kestabilannya.
Di lingkungan terbuka, sangat sulit untuk menentukan faktor apa yang
mempengaruhi hubungan tersebut karena terdapat banyak faktor yang
mempengaruinya. Dalam siklus karbon, atom karbon terus mengalir dari produsen
ke konsumen dalam bentuk molekul CO2 dan karbohidrat, sedangkan energy foton
matahari digunakan sebagai pemasok energi yang utama. produsen memerlukan CO2
yang dihasilkan konsumen untuk melakukan fotosintesis. Dari kegiatan
fotosintesis tersebut, produsen dapat menyediakan karbohidrat dan oksigen yang
diperlukan oleh konsumen untuk melangsungkan kehidupannya.
Aliran
energi dalam ekosistem akan selalu seirama dengan siklus materi. Kedua proses
tersebut berjalan melalui rantai makanan dan jaring makanan. Aliran energi yang
terjadi pengamatan ini adalah dari hydrilla
yang menhasilkan oksigen dari fotosintesis, yang kemudian diserap oleh siput,
selanjutnya siput mengeluarkan kotoran yang menjadi karbondioksida dan diserap
lagi oleh hydrilla, begitu terus aliran energi yang
terjadi.
Daftar
Pustaka
Anshory, I. 1984. Biologi umum. Bandung :
Genesa Exact
Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan.
Jakarta: PT. Bumi Aksara
Mauliana, V. 2015. Praktikum Ekologi Tumbuhan Daur Karbon. https:// Qurratuain Laporan Praktikum Ekologi Tumbuhan Daur Karbon .html [diakses tanggal 30 mei 2016]
Muslimin.L.W.1996. Mikrobiologi Lingkungan. Jakarta : UI Press
Setyo, L. 2007. Ekologi. Malang :
Bayomedia Publishing