MISTERI HILANGNYA SHINTA
Bagian satu:
(Beberapa hari yang lalu anak yang bernama Sinta yang bersekolah di hight school gangnam menghilang, teman- temannya khawatir kemana dia pergi, jadi teman-temannya memutuskan untuk datang kerumahnya)
(Di siang hari yang cerah terlihat seorang ibu sedang memotong-memotong sayuran. Tak lama kemudian datang beberapa anak berseragam sekolah yang datang menghampiri ibu tersebut.
Marwa: (masuk bersama yang lain) selamat siang bu......! apa benar ini rumah Shinta
Ibu Rina: ( hendak berdiri ) selamat siang kalian siapa ya!
Marwa: saya Marwa, ini Vina, dan yang ini Irana. Kami temannya Shinta dari kota, kami kesini untuk mememui Shinta, soalnya udah beberapa hari ini Shinta gak masuk sekolah.
Ibu: (heran) tapi shinta tidak pulang kerumah, dia kan tinggal dirumah bibinya dikota.
virgo: tapi bu kata bibinya Shinta, seminggu yang lalu Shinta pulang kampung.
Ibu: (khawatir) tapi shinta tidak pernah pulang. (sambil menangis) ya Allah........... kamu dimana Shinta.
(Marwa, Vina dan Irana mulai beranjak pergi)
Irana: ya sudah bu kalau begitu kami pergi dulu, kalau ada kabar tentang Shinta, kami akan mengabari ibu.
Ibu; (sambil menangis) baik nak, hati-hati dijalan, jangan lupa kabari ibu kalau ada berita dari Shinta.
Marwa: baik bu, kalau begitu kami pergi dulu.
(Marwa, Virgo dan irana pun pergi dengan muka yang lesu, karena tidak berjumpa dengan Shinta)
Bagian dua:
(Sementara itu dilain pihak gang the sweet juga sedang membicarakan Shinta)
Nukke: ( memainkan rambutnya/ baru datang) hei........ sweeet!!!!!!!!!!!!!
The sweet: (secara serempak) hei.......sweeeet!!!!!!!!!!!
Nukke: (dengan gaya manja) swee!t aku ada info! pen to The ting nie! Penting
Sesil: (penasaran) penting apa sweet
Nukke; tau gak! Si anak sampah gak masuk sekolah.
Keyla( ketua gang sweet): udah tau kalee, laho tu.............( menggeggam tangannya dengan gemas) iewwwww.................
Yuli: ke! lho tu kebiasaan deh!
Nukke: (menunduk ) ya! Maafin keke, keke fikir sweet belom tau kalo Shinta gak masuk sekolah karena hilang.
( the sweet jadi kaget dan langsung berdiri)
Sesil: yang bener ke!
Yuli: hilang!
Keyla: double okeeee! Akhirnya tu anak sampah hilang juga, sekarang hidup kita bakalan bebas dari sampah.
(Tiba-tiba datang Rehan, dan langsung menyela the sweet, yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka)
Rehan (dengan mimik muka tegang): apa kalian bilang! Shinta hilang.
Keyla: iya donk! Ayank handsam, sampah yang selalu ngehalagin hubungan kita sudah hilang.
Rehan( melihat dengan jijik): apaan sih! (bertanya kepada nekke) ke! Jawab aku, shinta sebenernya hilang kemana.
Nukke: mana aku tau emang nya aku bodyguardnya apa?
Rehan: kalian ini dengan teman sendiri koq kayak gitu.
Keyla: (mengibaskan rambutnya dengan tangannya) hello! siapa yang temenam sama dia, gak level kalee.
Yuli: denger ya han! Kita tu gak mungkin temenan sama seorang sampah.
Rehan: kalian bener-bener keterlaluan ya!
Sesil: ember, emang kita pikirin.
( Rehan pun beranjak pergi dan mulai mencari tau tentang kabar kehilangan Shinta)
Bagian tiga:
(Keesokan harinya, saat Marwa dan Kawan-kawan sedang berkumpul di ruang rapat osis bersama dengan kelompok DENON( detektif konon), Rehan juga datang menghampiri mereka dan langsung mendiskusikan mengenai hilangnya Shinta)
Rehan: bagaimana apa sudah ada kabar mengenai Shinta.
Kerto: kami sudah melaporkan ini kepihak kepolisian gangnam.
Marwa: (dengan muka serius) aku mendapatkan kabar bahwa akhir-akhir ini sebelum Shinta menghilang, dia dekat dengan seorang pria dari kakak kelas kita.
Kelly: baiklah kalau begitu pertama-tama kita temui dulu kakak kelas kita itu.
Riko: ( sambil memberes-bereskan dokumen) tapi sebelum itu kita cari tahu dulu oarang-orang yang dekat dengan Shinta selain kalian, dan kakak tadi.
Virgo: (menyela) yang aku tahu dia memiliki seorang sahabat yang sangat dekat dengan dia, kalau tidak salah dia dari kelas bahasa namanya Rinrin.
Irana: kalau begitu kita juga harus menemui dia.
( beberapa oarang datang dengan mengenakan pakaian hitam, ibatat seorang detektif)
Detektif satu ( prisa): Selamat siang, apa benar kalian dari DENON.
Kelly: benar kami dari DENON.
Detektif dua( Rifa): kami ingin memberi kabar mengenai hilang nya Shinta.
Riko: apa sudah ada kabar mengenai itu, Tapi sebelum itu boleh donk kita kenalan dulu. ( menyiung rambutnya) perkenalkan nama saya Riko si Denon nomor tiga, paling keren dan paling oke.
(Kerto menginjak kaki Riko, dan menampar pundak Riko)
Kelly: (membentak) kenapa sih! Kalian ini tidak pernah berubah.
Rehan: (dengan muka penasaran) ada kabar apa detektif!
Detektif tiga ( prisel): begini ternyata shinta sudah ditemukan, namun dia sudah meninggal, dan sekarang dia sudah dimakamkan di kampungnya. (memberikan beberapa dokumen kepada Kelly) dan ini data-data yang kami dapatkan dari hasil penyelidikan dan otopsi mayat Shinta.
Irana: innalillahi..........(dengan muka lemas) Shinta.................
Prisa:kalau begitu kami pergi dulu, karena masih banyak yang harus kami selidiki.
Irana: baiklah kalau ada kabar tolong kabari kami.
Rifa: tentu ( beranjak pergi bersama detektif yang lain) selamat siang.
Kerto: (sambil mengelus-mengelus) aduh.............. cari makan dulu ya. Perut lapar, cacing demo, sengsara-sengsara tak di beri makan(bersenandung).
Riko: (sambil mengelus-ngelus perutnya dan memandang Kelly) iya ni! Laper banget, tapi seandainya detektif cantik tadi masih di sini lapernya pasti hilang.
Kelly: (menampar kepala Kerto dan Riko) kalian ini makan aja yang dipikirin.
Virgo: ya sudah kita makan dulu.
(Sambil makan mereka membagi tugas untuk mencari informasi mengenai hilangnya shinta)
Marwa: (sambil memegang gelas) kita bagi tugas untuk mencari infonya. Saya , Virgo dan Irana akan menemui kakak kelas kita itu, DENON akan menemui Rinrin sahabatnya shinta.
Rehan: (membuka-buka dokumen) dan aku akan datang kerumah bibinya Shinta.
(semuanya langsung beranjak pergi)
Tunggu, ly!!!!!!!!!!!!!!!! masih laper ni!
( Kerto dan Riko lari tergesa-gesa menghampiri Kelly)
Riko: (terjatuh sambil memegang kaki kerto yang menyeretnya) aduh! Tunggu donk!
(Sesampainya Rehan dirumah bibinya Shinta, bibinya langsung mengusir Rehan dan marah-marah dengan rehan)
Rehan: (masuk dengan langkah pelan) assalamualaikum........... selamat siang bi, saya
(bibi Shinta langsung mendorong Rehan dan marah-marah dengan Rehan)
Bibi: (dengan keadaan marah) pergi kamu, kamu pembunuh! Kalian semua pembunuh, gara-gara kalian Shinta meninggal.
Rehan: (memegang pundak Bibi shinta) bi dengar duklu, saya kesini bukan untuk menyakiti Shinta, tapi untuk menyelidiki tentang kematiannya. Tolong bibi tenang.
Bibi: (memegang buku diary Shinta) sebenarnya yang membuat bibi marah adalah karena isi buku ini.
Rehan: boleh saya lihat bi, saya akan menyelidiki mengenai kematian Shinta.
Bibi: baiklah kalau begitu ini, bibi berikan buku ini padamu.
Rehan: kalau begitu saya pergi dulu bi. Selamat siang.
(Rehan pun pergi untuk kembali melakukan penyelidikan)
( sementara itu dilain pihak kelompok DENON, sudah menemui sahabatnya shinta dan berbincang-bincang dengan rinrin)
Kelly: (baru datang dengan kedua temannya) selamat siang.
Rinrin: (dengan gaya lugu) selamat siang, kalian siapa ya!
Kerto: kami DENON, cantik ngak, jelek iya! Apa benar lho sahabatnya Shinta.
Rinrin: (dengan gaya sedih) shinta, sahabatku. Aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa!
Riko: (merayu rinrin) tenanglah manis ada ayank riko disini!
Kelly: ah! (dengan nada membentak) kalian ini. (duduk disamping Rinrin) bagini Rin kami sebenarnya ingin menyelidiki mengenai kematian shinta.
Rinrin:memang ada apa dengan kematian Shinta?
Kelly: dia mati secara misterius! Kami dengar kamu sahabatnya.
Rinrin: Iya dia memang sahabatku, tapi akhir-akhir sebelum dia pergi dia jarang menemuiku. Aku tidak tahu apa-apa.
Kerto: (memegang kertas, dan memukul-mukulkannya ketangannya) kalau begitu apa dia memiliki musuh.
Rinrin: setau ku dia tidak memiliki musuh, tapi dia dekat dengan kakak kelas, namanya Berto. Tapi........... ada cewek lain yang deket juga sama Chiko, Shinta sempet ada pertikaian sama dia, kalo gak salah namanya Mesya.
Riko: ya sudah! Kalau begitu ayo kita temui si Mesya bersama-sama.
(merekapun pergi bersama-sama untuk menemui Mesya)
(Sementara itu dilain pihak saat Rehan sedang membaca buku diary Shinta bersama bengan Marwa, ada gang sweet menghampiri mereka)
Marwa: gimana ni Han, kak Chiko gak ngaku. Kita harus membuat strategi untuk membuat dia mengaku. Kita kekurangan bukti.
Rehan: (membaca) memang bagaimana caranya.
(datanglah gang The Sweet)
Keyla: (langsung duduk disamping rehan dan menggeser Marwa) ayank keren. Sweet............! Keyla yang cantik ini udah dateng.
Marwa: (menarik Rehan) han sini bentar. ( Rehan dan Marwa berbisik membalikkan muka kebelakang dan Marwa membisikan rencananya ke Rehan)............................ ya udah! Aku pergi dulu( dengan nada cuek)
( Marwa pun pergi meninggalkan mereka, dan Rehan pun mulai mendekati Keyla untuk menjalankan rencana mereka)
Rehan: ( duduk disamping Keyla) keyla! Kamu mau gak nonton sama aku.
Sesil: (langung menyela) ya mau lah Han.
Yuli: Keyla kan sudah lama banget mau jalan bareng kamu, tapi kamu aja yang gak mau, malah sibuk ngurusin si Shinta itu.
Sesil: bukan Shinta, tapi................
Yuli: ( menampar tangan Sesil) hus! Kamu ni, tahan dikit donk, kalau Rehan marah gimana nanti (bicara dengan suara kecil)
Sesil: sorry!
Nukke: sweet kita juga ikut kan.
Semua: (dengan serempak) gak...................
Keyla: terus kapan kita pergi nontonnya.
Rehan: terserah, tapi kamu harus melakukan sesuatu dulu
( rehan kemudian membisikan rencananya ke Keyla, merekapun mulai menjalankan rencananya)
BAGIAN EMPAT:
(Keesokan harinya DENON bersama dengan Rinrin menemui mesya, yang mereka sangka menjadi penyebab kematian Shinta)
Kelly: selamat pagi kak, kakak yang namanya kak mesya ya!
Mesya: (cuek) iya emang kenapa.
Kelly: gak kak, kita Cuma mau tanya! Oh iya kenalin dulu mana aku...........
Riko: (langsung memotong pembicaraan Kelly) kenalin kak, nama aku Riko! ( menyiung rambutnya) yang paling ganteng dan paling keren.
Kerto: (memukul kepala Riko) paling ganteng! Paling jelek iya!
Kelly: (membentak) bisa diem gak sih kalian ini, nyusahin aja.
Mesya: (menatap Rinrin dengan risih) eh! Lho temennya anak yang nyoba ngedeketin kerto kan. Dasar penggoda.
Rinrin: (dengan muka kesal) apa kakak bilang! Aku bukan peggoda ya kak, kakak tu yang pembunuh.
Mesya: (kesal) pembunuh, eh denger ya, seperti apapun goe, gak mungkin goe mau ngebunuh orang.
(datang lah Chiko dan Kerin temannya Mesya, yang bertepatan pula dengan datangnya Ibu, dan para detektif)
Chiko: sedang apa kalian.
Rinrin: gak ada apa-apa kak,
Kerin: (memegang dagu Rinrin dan menualkannya) gak ada apa-apa! Dari muka lho itu udah kelihatan kalau laho tu boong.
Chiko: udah lah rin. Sebenarnya ada apa.
Mesya: mereka nuduh aku ngebunuh Shinta. Kurang ajar gak tu!
Chiko: memangnya kalian punya bukti. Atau kalian Cuma mau ngedeketin aku aja.
Kerin: (kesal) jangan asal nuduh oarang ya! Dan lho ko jangan kegeeran deh! Lebay tau.
Riko: iya bener.
Kerto: ( menampar Riko) gak usah ikut-ikutan.
( ketika mereka sedang panas-panas nya berdebat datang dan para detektif bersama dengan ibunya Shinta)
Ibu: (langsung marah-marah) mereka yang membunuh anak saya, kalian yang menyebabkan anak saya meninggal.
Rifa: tenang dulu bu!
Kerin: (menunjuk ke Ibu) dengar ya bu! Kalau ibu menuduh kami tanpa bukti, kami bisa menuntut balik ibu.
Ibu: (memegang sebuah surat) kalian perlu bukti ini buktinya.
Presil: merka bemar bu, sebaiknya ibu tenag dulu.
Prisa: kami minta maaf telah mengganggu kalian, kalian boleh pergi.
( Ciko, Mesya dan Kerin pun pergi dengan wajah yang kesal, namun para detektif bersama kawan- kawan tetap terus menyelidiki kasus Shinta)
Ibu: saya tetap tidak terima dengan ini.
Kelly: ibu tenang dulu kami pasti akan tetap berusaha memecahkan kasus ini.
Rinrin: (memegang Ibu) tenang bu rin siap menjadi saksi qok bu.
Rifa: kalau begitu kita berpencar untuk mencari bukti.
Semua: baik!
Kerto: kami akan mencari Rehan, siapa tau dia mendapatkan info terbaru (beranjak pergi)
Riko: (buru-buru menyusul Kerto) tunggu to.
( merekapun mulai berpencar mencari bukti kelanjutan)
BAGIAN LIMA:
( saat Chiko, Kerin dan Mesya sedang duduk mengobrol, datang Marwa dan kawan- kawan)
(Chiko, Kerin, Mesya sedang mengobrol)
Irana: siang kakak-kakak
Chiko: siang, ada apa? mau minta foto ya!
Virgo: ( ekspresi wajah jijik) mau minta foto. Jangan kegeeran deh!
Marwa: kami Cuma ma.................( pembicaraannya dipotong langsung oleh Kerin)
Kerin: (dengan ekspresi waqjah kesal) Cuma apa, Cuma mau nuduh kita bahwa kita yang ngebunuh Shinta.
Mesya: (dengan nada bicara marah) kalian tu tau gak sih, udah kita bilang berkali-kali kalau kita gak tau apa-apa.
(pembicaraan mereka langsung disela oleh ibunya Shinta, yang datang bersama Rehan, detektif dan kawan-kawan)
Ibu:kalian bohong, kalian bohong kalian lah yang memyebabkan anak saya meninggal.
Mesya: jangan asal nuduh ya bu!
Ibu: saya mempunyai buktinya dari surat ini, disini Shinta mengatakan pda saya bahwa (membaca surat nya)’’ ibu rasanya Shinta gak tahan lagi hidup didunia ini, karena banyak orang yang gak suka sama aku terutama kak Mesya, karena aku dekat dengan kak Chiko’’. Apa bukti ini belum cukup.
Rinrin: yang dikatakan ibu itu benar, buktinya adalah saya!
Virgo: sudah lah lebih baik kalian mengaku.
Irana: kami sudah memiliki cukup bukti untuk melaporkan kalian kepolisi.
Marwa: saksi-saksi dari teman-taman yang lain juga mengatakan hal yang sama.
Chiko: tapi kami benar-benar tidak tau apa-apa.
Rifa; bukti ini sudah cukup untuk kami membawa kalian kekantor polisi. (sudah bersiap untuk menangka Chiko, Mesya dan Kerin bersama dengan detektif lainnya)
( ketika mereka sedang bercekcok mulut datang Rehan dan kawan-kawan bersama bibinya Shinta)
Bibi: ( langsung menyela) Tunggu, tunggu dulu. Mereka tidak salah!
Rehan: itu benar kami memiliki buktinya, yang salah adalah Rinrin.
Bibi: itu benar (membaca buku diary Shinta)’’ rasanya aku udah gak tahan hidu di dunia ini, semua orang benci dengan aku, Cuma karena aku deket dengan Rehan dan kak Chiko, apa salah ku’’.
Rinrin: (mulai cemas) tapi kenapa jadi salah aku, jelas-jelas disitu tidak ada nama aku.
Rehan: memang karena kamu sudah merobek halaman selanjutnya dari buku diary ini, (memperlihatkan lembaran yang dirobek, dan kemudian membacanya) ‘’ dan yang lebih aku gak nyangka lagi, ternyata sahabat aku sendiri, Rinrin juga gak suka dengan aku, dia juga membenciku.
Rinrin: tapi itu tidak membuktikan apa-apa.
Rehan: gang the sweet sedang membawa buktinya kesini.
Kerto: ngaku, sudah ngaku aja.
( kemudian dengan tergesa-gesa datang the sweet sambil berdempetan)
The sweet: (dengan gaya mereka) sweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet..............
Keyla: ayank handsam, ayag handsam, ni yang ayank handsam mau.
Sesil: kita udah susah payah ni nyarinya.
Rehan: (memegang handphone dan sebuah cd yang diberikan Keyla) isinya mengenai rekaman cctv, saat kamu membunuh shinta (menunjuk ke Rinrin).
Kerto: (menual kepala Rinrin) dasar wanita jahat, tidak tau diri, tidak punya otak.
Riko: sayang sekali kamu seorang pembunuh padahal................. ah sudah lah!
Mesya: sekarang terbuktikan kami tidak bersalah.
Kerin: makanya jangan asal menuduh.
Chiko: kalau begitu aku tidak jadi di tangkap kan, yeah! Aku tetap bisa mengikuti ajang modelling.
Kelly: klau begitu......
Marwa: kamu RinRin yang kami cari-cari. Aku gak nyangka ya Rin!
Keyla : Huuuuuuuuuuuuu..........pembunuh
Sweet: huuuuuuuuuuuuu... pembunuh
Prisa: saudari Rinrin anda akan ditahan, atas tuduhan pembunuhan terhadap Shinta. Rifa, Presil tangkap dia
Rifa& Presil: (menangkap Rinrin) Siap! laksanakan.
Rinrin: (ketakutan) gak, gak, aku gak mau ditangkap, aku gak salah, aku gak salah. Shinta kamu keterlaluan sudah mati masih menyusahkan. Pokoknya bukan aku yang membunuh kamu, kamu sendiri yang jatuh dari tangga ( sambil diseret oleh para detektif). Gak aku gak mau ikut
( Berakhir sudah misteri yang selama ini terpendam, ternyata Shinta di bunuh oleh sahabatnya sendiri yaitu Rinrin, akhirnya pu Rinrin ditangkap, dan membayar apa yang sudah dia lakukan. Dan semuanya kembali seperti semula lagi)