Rabu, 25 Mei 2016

kata-kata mutiara

o   Jangan membalas air susu dengan air tuba atau air susu juga. Tapi, balaslah air susu itu setidaknya dengan air gula
o   Kegagalan terjadi hanya saat kita menyerah (from B.J Habibie)
o   Harus ada sebuah keraguan untuk mencapai sebuah keberhasilan
o   Bahasa yang diterima diseluruh dunia adalah kemampuan
o   Barengi hari kita dengan satu kata yaitu optimis

§      Selagi kita bisa membantu diri kita sendiri, bantulah diri orang lain
§      Apapun yang membuat anda tersenyum pertahankan. Apapun yang membuat anda sedih tinggalkan
§      Menentukan kehidupan dengan baik, meskipun ada yang iri dan membenci kita. Live on!
§      Katakanlah: suksesku, ditentukan oleh kesungguhan upayaku yang bersungguh-sungguh yang dapat! I will not get up!
§      Tidak ada keberhasilan tanpa kesungguhan. Dan tidak ada kesungguhan tanpa kesabaran

v  Sabarlah! kepada Orang yang mencemooh pendapatmu, itu karena dia takut dengan kebenaran yang kamu katakan
v  Wanita mengagumi laki-laki yang ramah tapi tegas, cintanya sejati. Hasilnya menyejahterakan keluarganya! Be that man
v  Tuhan tidak mengharuskan kita sukses. Tuhan hanya mengharapkan kita mencoba
v  Cinta itu sederhana. Jadilah engkau hanya milikku, dan aku akan menjadi milikmu selamanya
v  Berikan yang terbaik untuk orngtua mu, karena mereka adalah harta paling berharga bagi mu


Selasa, 24 Mei 2016

makalah Aqidah

cut dulu ox, cerita Ana nya...aku tampilin hasil laporan aku aja yach!

       BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.  PENGERTIAN AQIDAH
Menurut bahasa kata "‘aqidah" diambil dari kata dasar "al-‘aqdu" yaitu ar-rabth (ikatan), al-Ibraam (pengesahan), al-ihkam (penguatan), at-tawatstsuq (menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah (pengikatan dengan kuat), at-tamaasuk (pengokohan) dan al-itsbaatu (penetapan).  Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin (keyakinan) dan al-jazmu (penetapan). Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi). Aqidah menurut istilah adalah perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidak tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan, dan bahwa ia itu benar serta berlaku selamanya.
B.       HAKIKAT AQIDAH DAN IMAN
Dalam menjelaskan definisi aqidah ada disebut perkataan kepercayaan atau keimanan. Ini disebabkan Iman merupakan unsur utama kepada aqidah. Iman ialah perkataan Arab yang berarti percaya yang merangkumi ikrar (pengakuan) dengan lidah, membenarkan dengan hati dan mempraktikkan dengan perbuatan. Ini adalah berdasarkan sebuah hadis yang artinya: “Iman itu ialah mengaku dengan lidah, membenarkan di dalam hati dan beramal dengan anggota.”(al-Hadis). Walaupun iman itu merupakan peranan hati yang tidak diketahui oleh orang lain selain dari dirinya sendiri dan Allah SWT, namun dapat diketahui oleh orang melalui bukti-bukti amalan. Iman tidak pernah berkompromi atau bersekongkol dengan kejahatan dan maksiat. Sebaliknya, iman yang mantap di dada merupakan pendorong ke arah kerja-kerja yang sesuai dan sejalan dengan kehendak dan tuntutan iman itu sendiri.
Aqidah dapat diartikan juga kumpulan dari hukum-hukum kebenaran yang jelas dan dapat diterima oleh akal, pendengaran dan perasaan, yang diyakini oleh hati manusia, dan dipujinya, dipastikan kebenarannya, ditetapkan keshahihannya dan tidak melihat ada yang menyalahinya dan bahwa ia itu benar serta berlaku selamaanya.
Kalau orang yakin bahwa (1) Allah mempunyai kehendak sebagaai bagian dari sifatnya maka orang yakin pula adanya (para) (2) Malaikaat yang diciptakan Allah (melalui perbuatannya) untuk melaksankan dan menyampaikan kehendak Allah yang dilakukan oleh malaikat Jibril kepada para  Rasulnya, yang kini dihimpun dalam (3) kitab-kitab suci. Namun, perlu segera dicatat dan diingatkan bahwa kitab suci yang masih murni dan asli memuat kehendak allah  hanyalah Al-Quran. Kehendak Allah itu disampaikan kepada manusia melalui manusia pilihan Tuhan yang disebut Rasulullah atau utusannya. Konsekuensi logisnya adalah kita meyakini pula adanya para (4) Rasul yang menyampaikan dan menjelaskan kehendak Allah kepada umat islam, untuk dijadikan pedoman dan kehidupan. Hidup dan kehidupan ini pasti akan berakhir pada suatu ketika sebagaimana dinyatakan dengan tegas oleh kitab-kitab suci dan oleh para rasul itu. Akibat logisnya adalah kita yakin adanya (5) hari akhir, tatkala seluruh hidup dan kehidupan seperti yang ada sekarang  ini akan berakhir. Pada waktu itu kelak Allah YME dalam perbuatannya itu akan menyediakan suatu kehidupan baru yang sifatnya Baqa (abadi) tidak fana (sementara) seperti yang kita lihat dan alaami sekarang. Yakin adanya hidup lain selain hidup sekarang, dan dimintanya  pertanggungjawaban kelak, membawa konsekuensi pada akan adanya (6) Qada’ dan Qadar yang berlaku dalam hidup dan kehidupan manusia didunia yang fana ini yang membawa akibat pada kehidupan dialam baka kelak.
Dari uraian singkat tersebut, tampak logis dan sistematisnya pokok-pokok keyakinan Islam yang terangkum dalam istilah rukun Iman itu. Pokok-pokok keyaikanan ini merupakan asas seluruh ajaran islam, seperti telah disebut diatas. Jumlahnya enam, dimulai dari (1) kayakian kepada Allh, Tuhan YME, (2) keyakinan pada malaikat-malaikat, (3) keyakinan pada kitab-kitab suci, (4) keyakian pada para nabi dan Rasul Allah, (5) keyakinan akan adanya hari akhir, dan (6) keyakinan pada qada dan qadar Allah. Pokok-pokok keyakinan atau rukun iman ini merupakan Akidah Islam.
1.      Kemahaesaan Allah
Allah adalah esa; satu dalam dzat, sifat dan karya-nya. KeEsaan Allah merupakan gambaran kemahakuasaan-Nya yang tidak tertandingi oleh apa dan siapapun, sebab selain Dia adalah ciptaan-Nya belaka. Tauhid merupakan keyakinan akan keEsaan Allah, yaitu keyakinan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Keyakinan akan keEsaan Allah merupakan ciri utama dari agama Islam yang berbeda dengan agama-agama lainnya di dunia. Kemahaesaan Tuhan adalah sebagai berikut :
a.       Allah Maha Esa dalam Zatnya
Kemahaesaan Allah dalam zatnya dapat dirumuskan dengan kata-kata bahwa zat Allah tidak sama dan tidak dapat dibandingkan denga apapun juga.
b.      Allah Maha Esa dalam Sifat-sifatnya
Kemahaesaan Allah dalam sifat-sifatnya ini mempunyai arti bahwa sifat-sifat Allah penuh kesempurnaan dan keutamaan,tidak ada yang menyamainya. Didalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa ada 99 nama sifat Tuhan yang biasanya disebut dengan Asma’ul Husna. Perlu diketahui bahwa Allah,Tuhan Yang Maha Esa itu bersifat : hidup,berkuasa,dan berkehendak.
c.       Allah Maha Esa dalam Perbuatan-perbuatannya
Pernyataan ini mengandung arti bahwa kita meyakini Tuhan Yang Maha Esa tiada tara dalam melakukan sesuatu,sehingga hanya dialah yang dapat berbuat menciptakan alam semesta ini.
d.      Allah Maha Esa dalam Wujudnya
Ini berarti bahwa wujud Allah lain sama sekali dari wujud alam semesta. Ia tidak dapat disamakan dan dirupakan dalam bentuk apapun juga.
e.       Allah Maha Esa dalam Menerima Ibadah
Ini berarti bahwa hanya Allah sajalah yang berhak disembah dan menerima ibadah. Hanya Dialah satu-satunya yang patut dan harus disembah dan hanya kepadanya pula kita meminta pertolongan.
f.       Allah Maha Esa dalam Menerima Hajat dan Hasrat Manusia
Artinya bila seorang manusia hendak menyampaikan maksud, permohonan atau keinginannya langsunglah sampaikan kepadanya,kepada Allah sendiri tanpa perantara atau media apupan namanya. Semua manusia, kecuali para nabi dan rasul, mempunyai kedudukan yang sama dalam berhubungan langsung dengan Tuhan Yang Maha Esa.
g.      Allah Maha Esa dalam Memberi Hukum
Ini berarti hanya Allah lah satu-satunya pemberi hukum tertinggi.

2.      Keyakinan Kepada Malaikat
            Iman kepada malaikat adalah salah satu rukun akidah islam seorang mukmin yang tidak sempurna keimanan kecuali dengan beriman kepada- Nya. Mereka diciptakan Tuhan dari cahaya dengan sifat dan pembawaan antara lain:
1.      Selalu taat dan patuh kepada Allah
2.      Senantiasa membenarkan dan melaksanakan perintah Allah.
3.      Memberi pertolongan kepada manusia
4.      Membantu perkembangan rohani manusia
5.      Membantu manusia untuk berbuat baik
6.      Mencatat perbuatan mausia
7.      Melasanakan hukuman Allah.
Sesungguhnya Allah telah menyiapi mereka di dalam Kitab-Nya dengan firman-Nya,
Dan kepunyaan-Nyalah segala yang dilangit dan bumi. Dan Malaikat-malaikat yang disisiNya, mereka tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembahNya dan tidak pula merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam  dan siang tidak henti-hentinya.”  (QS. Al-Anbiya : 19-20)
3.      Keyakinan Kepada Kitab Suci
Kata kitab berasal dari kata “kitaba, yaktubu, katban, kitaban, dan kitabatan”, artinya: mengumpulakan beberapa huruf dan menyatukannya. Kata ini mempunyai makna khusus, kemudian dari kata itu dibuat kalimat-kalimat yang mempunyai faedah yang disebut kalam. Jadi kitab artinya adalah sesuatu yang mengandung pembicaraan yang memberi faedah dan mempunyai banyak tujuan. Makna iman kepada kitab-kitab Tuhan yang merupakan bagian dari akidah seorang mukmin adalah membenarkan dengan sungguh-sungguh apa yang telah Allah wahyukan dari firman-Nya yang khusus kepada siapa yang dipilih-Nya dari rasul-rasul-Nya, lalu dikumpulkan dan diturunkan  sehinggga menjadi lembaran-lembaran yang suci dan ktab-kitab yang lurus. Keyakina kepada kitab-kitab suci merupakan rukun iman yang ketiga.
Al-Quran adalah sumber utama ajaran islam. Menurut keyakinan umat islam yamg dibenarkan melalui penelitian ilmiah, Al-Quran adalah kitab suci yang memuat firman-firman Allah berupa wahyu yang disampaikan Malaikat Jibril kepada nabi Muhammad  sebagai Rasullah sedikit demi sedikit selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari, dimekah tepatnya digua Hira. Isinya adalah petunjuk atau pedoman umat manusia dalam hidup dan kehidupannya guna mencapai kesejahteraan didunia ini dan kebahagiannya diakherat kelak. Al-Quran membuat soal-soal yang berkenan dengan akidah, syari’ah baik ibadah maupun muamalah, akhlak manusia dalam semua ruang lingkupnya, kisah-kisah umat islam masa lampau, berita-berita tentang  zaman yang akan datang , benih dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan, dasar- dasar hukum yang berlaku bagi alam semesta termasuk manusia didalamnya.
Ada beberapa petunjuk  dan kebaikan-kebaikan dalam Al-Quran diantaranya dalah:
1.      Petunjuk yang menyampaikan kepada segala kebaikan , yang membimbing kepada segala kesempurnaan, yang menunjukkan kepada kebahagaian dunia dan akhirat
2.      Rahmat dengan maknanya yang paling sempurna, rahmat yang meliputi manusia, jin, dan hewan, yang besar dan yang kecil yang kafir dan yang mukmin, yang hidup dan yang mati
3.      Kesembuhan yang sempurna dan umum bagi semua penyakit akal, jiwa, hati, kesembuhan dari kekufuran dan kesyirikan, kebingungan dan kegoncangan jiwa, kepenatan dan ketakutan, kesombongan dan iri, malas dan lemah, bakhil dan kezhaliman
4.      Cahaya yang menerangi semua kegelapan hati yang mengihangkan segala kebodohan jiwa yang menjelaskan segala kebenaran dan rahasia alam
5.      Nasehat yang mengajak untuk mendapatkan semua keutamaan yang menyelamatkan diri dari segala kehinaan
6.      Kabar gembira tentang kebaikan dunia dan akhirat dan kebahagiaan didalamnya
7.      Kebenaran Tuhan yang ada pada diri-Nya yang menetapkan untuk yang lain-Nya dari semua yang benar, dimana semua ini menetapkan dan mengukuhkan bahwa Al-Quran adalah kebenaran
8.      Dzikir kepada Allah yang menghidupkan hati, mengharumkan ruh saat membacanya dan membersihkan jiwa dikala melasanakannya
9.      Kebaikan yang umum bagi semua manusia, jin dan binatang
10.  Penjelasan bagi segala sesuatu yang manusia butuhkan, yang kepadanya tergantung kebahagiaannya di dunia dan akhirat
11.  Al-Quran adalah ruh yang menjadi sandaran manusia. Sebab Al-Quran adalah ruh yang menyertai kehidupan yang utama dan mulia.
Menyeluruh dalam semua perkara yang dibutuhkan loleh manusia dalam kehidupan agam dan dunia mereka. Allah berfirman:
Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kalian agamamu, dan telah Ku-cukupkan padamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agam bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Ma’idah: 3)
Allah juga berfirman: “Alif Laam Miim Kitab (AL-Quran) ini tidak ada keraguan padanya: petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan kebahagiaan rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat”. (QS. Al- Baqarah: 1-4)

4.       Yakin Kepada Para nabi dan Rsul
            Keyakinan pada para Nabi dan Rsul merupakan kepercayaan akan turun iman yang keempat. Didalam buku-buku ilmu Tauhid disebutkan bahwa antara nabi dan rasul ada perbedaan tugas utama. Para nabi menerima turunan berupa wahyu, akan tetapi tidak mempunyai kewajiban menyampaikan wahyu itu kepada umat manusia. Rasul adalah utusan Allah yang berkewajiban menyampaikan wahyu yang diterimannya kepada umat manusia. Oleh karean itu, seorang Rasul adalah nabi, tetapi seorang nabi belum tentu rasul. Ada yang berpendapat jumlah para Rasul yang pernah diutus Tuhan ada 313 orang, sedangkan jumlah para nabi 124.000 orang. Al-Quran tidak menyebutkan jumlah itu, yang disebut didalam Al-Quran adalah nama 25 nabi. Setelah para nabi dan rasul yang banyak itu diutus Tuhan untuk memimpin masing-masing umatnya dibumi, Allah mengutus Nabi Muhammad untuk seluruh umat manusia. Hal ini tercermin dalam Surat as-Saba’ ayat 28: “Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan tetapi kebanyakan manusa telah mengetahuinya”
Menurut para penulis sejarah Nabi dan Rsul , ada beberapa alasan yang menyebabkan Allah mengutus nabi Muhammad antara lain:
1.      Para Rasul yang mendahului Nabi Muhammad mempunyai Risalah terbatas hanya untuk bangsa atau diadaerah tertentu
2.      Ajaran para rasul sebelumnya banyaak yang hilang atau sengaja dihilangkan oleh para pemuka agama bersangkutan
3.      Ajaran para Rasul terdahulu yang bersifat lokal (setempat) temporal (sementara) perlu disempurnakan dengan ajaran yang universal( meliputi seluruh dunia) dan enternal (abadi) sifatnya.
Michael H. Hart berkesimpulan bahwa diantara 100 pakar yang pernah ada dan hidup dalam sejarah manusia, yang paling berpengaruh pada peradaban dan perkembangan sejarah manusia adalah Nabi Muhammad. Menurut Hart, dalam bukunya diantara orang-orang besar yang banyak itu hanya Nabi Muhammad-lah satu-satunya manusia yang berhasil secara luar biasa dibidang keagamaan dan dalam masalah keduniaan. Beliau berhasil menegakkan  satu diantara agama-agama besar didunia sekarang dan dalam waktu yang sama menjadi seorang pemimpin politik yang amat berhasil. Nabi Muhammad adalah Nabi penutup segala Nabi, Rasul terakhir. Sejarah hidupnya jelas dan lengkap serta terpelihara dari masa kemasa. Akhlaknya baik, yang biasanya digambarkan dengan kata-kata:
1.      Dapat dipercaya (Amanah)
2.      Selalu benar (Siddiq)
3.       Selalu menyampaikan apa yang harus disampaikannya (Tabligh)
4.      Cerdas dan bijaksana (Fatanah).
Seorang muslim yang baik akan selalu memepergunakan Al-Quran dan Al-Hadis yang memuat Rasulullah sebagai untuk disiplin ilmu hukum, ada ayat yang merupakan benih atau prinsip ilmu hukum sebagaai berikut: “Hai orang-orang yang beriman jadilah kamu (menjadi) orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi (dalam menegakkan keadilan) karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri, ibu bapak dan kaum kerabatmu....”(QS. An-Nisa’135).
Al-Quran sebagai sumber agama dan ajaran Islam memuat (terutama) soal-soal pokok berkenan dengan beberapa hal yaitu:




5.      Keyakinan Pada Hari Akhir
Pemahaman terhadap hari akhir mengandung dua hal yaitu:
1.      Kehancuran semua alam dan berakhirnya seluruh kehidupan dunia
2.      Datangnya kehidupan akhirat dan permulaan kehidupan abadi di akhirat nanti.
Keyakinan pada hari kiamat ini membuat manusia terbagi kedalam 3 kategori yaitu:
1.      Manusia yang tidak percaya kepada hari akhir dan memandang kehidupan didunia ini sebagai satu-satunya kehidupan
2.      Makhluk tidak menyangkal hari akhir, tetapi tergantung pada campur tangan atau bantuan pihak lain untuk mensucikan diri dan menebus dosa-dosanya
3.      Manusia-manusia yang yakin pada hari akherat sebagaimana diterangkan dalam ajaran islam.
Hari akhir segala yang terjadi didalamnya berupa kejadian-kejadian besar dan kengerian-kengerian. Ahlus sunnah meyakini hal tersebut sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT: “Serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat (QS. al- Baqarah: 4)

6.      Keyakinan Kepada Qada dan Qadar
            Didalam sejarah islam, perkataan qada’ dan qadar yang disebut juga takdir dalam pembicaraan sehari-hari, pernah menimbulkan salah paham terhadap ajaran islam. Hal ini disebabkan karena perkataan takdir sebagaai sikap yang pasrah kepada nasib tanpa usaha dan ikhtiar. Untuk menghindari kesalahpahaman pengertin itu, perlu dipahami benar makna yang dikandung oleh kedua perkataan tersebut. Yang dimaksud Qada’ adalah ketentuan mengenai sesuatu atau ketetapan akan sesuatu, sedangkan Qadar adalah ukuran sesuatu menurut hukum tertentu. Dapat pula dikatakan Qada’ adalah ketentuan atau ketetapan sedangkan Qadar adalah ukuran. Pembenaran yang mantap bahwa Allah telah menetapkan takdir para makhluk, dan bahwa apa yang dikehendaki oleh Allah pasti akan terjadi dan yang Dia tidak kehendaki pasti tidak akan terjadi.
Allah berfirman “sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran” (QS. Al- Qamar: 49)
Allah juga berfirman: “Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku “ (QS. Al- Ahzab: 38)
C.      PEMBAGIAN AQIDAH
Walaupun masalah qadha’ dan qadar menjadi ajang perselisihan di kalangan umat Islam, tetapi Allah telah membukakan hati para hambaNya yang beriman, yaitu para Salaf Shalih yang mereka itu senantiasa rnenempuh jalan kebenaran dalam pemaharnan dan pendapat. Menurut mereka qadha’ dan qadar adalah termasuk rububiyah Allah atas makhlukNya. Maka masalah ini termasuk ke dalam salah satu di antara tiga macam tauhid menurut pembagian ulama:
1.Tauhid Ar-Rububiyyah, ialah mengesakan Allah dalam ibadah, yakni beribadah hanya kepada Allah dan karenaNya semata.
2.Tauhid Al-Asma’wa Ash-Shifat, ialah rnengesakan Allah dalam perbuatanNya, yakni mengimani dan meyakini bahwa hanya Allah yang Mencipta, menguasai dan mengatur alam semesta ini.
3.Tauhid Ilahiyah, ialah mengesakan Allah dalam asma dan sifatNya. Artinya mengimani bahwa tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. dalam dzat, asma maupun sifat.
D.  RUANG LINGKUP PEMBAHASAN AQIDAH
Menurut Hasan al-Banna sistematika ruang lingkup pembahasan aqidah adalah:
1. Ilahiyat: Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Ilahi seperti wujud Allah dan sifat-sifat Allah, dan lain-lain.
2. Nubuwat: Pembahasan tentang segala seuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul, termasuk pembahasan tentang Kitab-Kitab Allah, mu'jizat, dan lain sebagainya.
3. Ruha niyat: Pembahsasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik seperti malaikat, Jin, Iblis, Syaitan, Roh dan lain sebagainya.
4. Sam'iyyat: Pembahahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat sam'I (dalil naqli berupa Al-Quran dan Sunnah) seperti al alam barzakh, akhirat, azab kubur, tanda-tanda kiamat, surga neraka dan lainnya.

E. BAHAYA PENYIMPANGAN AQIDAH        
Penyimpangan pada aqidah yang dialami oleh seseorang berakibat fatal dalam seluruh kehidupannya, bukan saja di dunia tetapi berlanjut sebagai kesengsaraan yang tidak berkesudahan di akherat kelak. Dia akan berjalan tanpa arah yang jelas dan penuh dengan keraguan dan menjadi pribadi yang sakit personaliti. Biasanya penyimpangan itu disebabkan oleh sejumlah faktor diantaranya :
1.      Tidak menguasainya pemahaman aqidah yang benar karena kurangnya pengertian dan perhatian. Akibatnya berpaling dan tidak jarang menyalahi bahkan menentang aqidah yang benar
2.       Fanatik kepada peninggalan adat dan keturunan. karena itu dia menolak aqidah yang benar. Seperti firman Allah SWT tentang ummat terdahulu yang keberatan menerima aqidah yang dibawa oleh para Nabi dalam Surat AI-Baqarah 170 :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۗ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

Artinya : “Dan apabila dikatakan kepada mereka, “lkutlah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami. ” (Apabila mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk”
3. Taklid buta kepada perkataan tokoh-tokoh yang dihormati tanpa melalui seleksi yang tepat sesuai dengan argumen Al-Qur’an dan Sunnah. Sehingga apabila tokoh panutannya sesat, maka ia ikut tersesat.
4. Berlebihan dalam mencintai dan mengangkat para wali dan orang sholeh yang sudah meninggal dunia, sehingga menempatkan mereka setara dengan Tuhan, atau dapat berbuat seperti perbuatan Tuhan. Hal itu karena menganggap mereka sebagai penengah antara dia dengan Allah. Kuburan-kuburan mereka dijadikan tempat meminta, bernadzar dan berbagai ibadah yang seharusnya hanya ditujukan kepada Allah. Demikian itu pernah dilakukan oleh kaumnya Nabi Nuh as ketika mereka mengagungkan kuburan para sholihin. Surah Nuh 23 yang artinya : Dan mereka berkata, "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Tuhan-Tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr.
 5. Lengah dan acuh tak acuh dalam mengkaji ajaran Islam disebabkan silau terhadap peradaban Barat yang materialistik itu. Tak jarang mengagungkan para pemikir dan ilmuwan Barat serta hasil teknologi yang telah dicapainya sekaligus menerima tingkah laku dan kebudayaan mereka.
6. Pendidikan di dalam rumah tangga, banyak yang tidak berdasar ajaran Islam, sehingga anak tumbuh tidak mengenal aqidah Islam. Apabita anak terlepas dari bimbingan orang tua, maka anak akan dipengaruhi oleh acara program televisi yang menyimpang, lingkungannya, dan lain sebagainya.
7. Peranan pendidikan resmi tidak memberikan porsi yang cukup dalam pembinaan keagamaan seseorang.
F. KIAT-KIAT PEMELIHARAAN AQIDAH
1. Menambah atau Memperdalam Ilmu
Ialah ilmu tauhid itu sendiri secara keseluruhan. Bila anda telah menguasai ilmu akidah islam secara benar, maka akan menjadikan anda orang jujur,disiplin dan sopan. Secara umum akan menjadikan anda kepribadian yang baik.
2.      Membiasakan Amal Shahih
Ilmu akidah yang telah anda kuasai itu wujudkan lah dalam bentuk tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari yang dalam kacamata islam disebut amal saleh ,baik amal saleh dalam bentuk ibadah mahdah maupun amal saleh dalam bentuk gharum mahdhah.
3.      Membiasakan Berjihad
Firman Allah dalam Q.S 37: 10-11 yang terjemahanya sebagai berikut :
Hai orang-orang yang beriman, suka kah kamu Aku tunjukan suatu perniaagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?(yaitu)kamu beriman kepada Allah dan Rasul- Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itu lah yang lebih baik dari kamu jika kamau mengetahuinya”
4.      Berserah diri kepada Allah
Meskipun anda telah berjihad sepanjang hari dalam kehidupan ini, ada lagi langkah yang harus anda tempuh, yaitu jangan lupa berserah diri kepada Allah, sebab tidak akan terjadi segala sesuatu diatas bumi ini kecuali atas izin Allah.
5.      Selalu mencari keridaan Allah
Bila anda ingin meraih rida Allah dalam hidup ini maka lakukan semua aktifitas yang sesuai dengan koridor yang ditetapkan Allah, yang dijelaskan dan di contohkan RasulNya. Tidak ada artinya kekayaan kalau diraih dengan cara yang tidak diridhoi Allah.
6.      Memakmurkan Masjid
Akhlak mulia, kepribadiaan yang baik itu perlu tapi dimana diajarkan atau diaman lembaga pendidikanya . Dalam pandangan Islam salah satu pembinaan watak mulia adalah masjid. Masjid adalah lembaga pendidikan pertama di zaman Rasullulah. Diharapakan Anda meramaikan masjid untuk mendidik jiwa anda dismaping utuk menunaikan ibadah.Dari jiwa yang suci akan lahir kepribadiaan yang baik.
7.    Membiasakan berzikir dan membaca serta mendegarkan Al-quran
Berzikir dapat menumbuh kembangkan potensi hati yang anda miliki, zikir meliputi seluruh potensi yang dimiliki manusia, sehingga disebut zikir lidah, zikir hati, zikir otak dan zikir anggota tubuh. Materi zikir yang paling utama adalah Al-quran sering lah anda membaca  Al-quran dan fahami maknanya lalu amalkan agar anda menjadi pribadi yang baik dalam segala hal.
G. IMPLEMENTASI AQIDAH DALAM KEHIDUPAN
Aqidah memberikan peranan yang besar dalam kehidupan seseorang, karena:
1.       Tanpa aqidah yang benar, seseorang akan terbenam dalam keraguan dan berbagai prasangka, yang lama kelamaan akan menutup pandangannya dan menjauhkan dirinya dari jalan hidup kebahagiaan.
2.       Tanpa aqidah yang lurus, seseorang akan mudah dipengaruhi dan dibuat ragu oleh berbagai informasi yang menyesatkan keimanan.
Oleh karena itu, akidah sangat dibutuhkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Beberapa implementasi aqidah dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat dari sisi aqidah dalam individu, keluarga, kehidupan bermasyarakat, bernegara, maupun pemerintahan. Jika tiap orang mampu mengimplementasikan aqidah dalam semua aspek kehidupan, maka akan terwujud kehidupan yang baik pula, baik untuk diri sendiri, keluarganya, masyarakat disekitarnya maupun bagi bangsa dan negaranya.
H.      NILAI AQIDAH DALAM KEHIDUPAN PRIBADI DAN SOSIAL
Nilai-nilai dalam kehidupan pribadi dan sosial. Nilai dalam kehidupan tentunya telah diatur sedemikian rupa oleh masyarakat itu sendiri sehingga masyarakat mengerti akan ketetapan dan batas-batas dalam bersikap terhadap sesama dan lingkungannya
Aqidah dapat mengendalikan perasaan seseorang yang kemudian membuat pemilik perasaan-perasaan itu memiliki pertimbangan penuh dalam melakukan tindakan-tindakannya. Sehingga apa yang kita lakukan adalah perbuatan yang berdasarkan pada kaidah bahwa Allah melihat dan mengamati kita di mana saja dan kapan saja. Hal ini akan membuat kita tidak akan terdorong oleh luapan-luapan perasaan atau tindakan yang melampaui batas-batas ketentuan Allah. Salah satunya tercermin dengan bersikap bijaksana dalam berperilaku dan interaksi sosialnya.
Tanpa aqidah, masyarakat akan berubah menjadi masyarakat Jahiliyah yang diwarnai oleh kekacauan dimana-mana, masyarakat tersebut akan diliputi oleh perasaan ketakutan dan kecemasan di berbagai penjuru, karena masyarakatnya menjadi berprilaku liar dan buas. Yang ada di benak mereka hanyalah perbuatan buruk yang menghancurkan.
Adapun aqidah yang seharusnya tegak pada masyarakat Islam yaitu aqidah “Laa ilaaha illallah Muhammadan Rasuulullah.” Makna dari ungkapan tersebut adalah bahwa masyarakat Islam benar-benar memuliakan dan menghargai aqidah itu dan juga berusaha untuk memperkuat aqidah tersebut didalam akal maupun hati. Masyarakat itu juga mendidik generasi Islam untuk memiliki aqidah tersebut serta berusaha menghalau pemikiran-pemikiran yang tidak benar dan syubhat yang menyesatkan. Masyarakat tersebut juga berupaya menampakkan (memperjelas) keutamaan-keutamaan aqidah dan pengaruhnya dalam kehidupan individu maupun sosial dengan perantara dari sarana alat komunikasi yang berpengaruh dalam masyarakat, seperti masjid-masjid, sekolah-sekolah, surat-surat kabar, radio, televisi, sandiwara, bioskop dan seni dalam segala bidang, seperti puisi. prosa, kisah-kisah dan teater. Yang nantinya diharapkan dapat diserap dengan lebih baik oleh mereka yang menerimanya.
Demikianlah aqidah dan pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat dan demikianlah hendaknya pengaruh aqidah dalam setiap masyarakat yang menginginkan menjadi masyarakat Islam, saat ini dan di masa yang akan datang.
Sesungguhnya aqidah Islamiyah dengan segala rukun dan karakteristiknya adalah merupakan dasar yang kokoh untuk membangun masyarakat yang kuat, karena itu bangunan yang tidak tegak di atas aqidah Islamiyah maka sama dengan membangun di atas pasir yang mudah runtuh.
Begitulah nilai-nilai aqidah dalam kehidupan pribadi dan sosial yang mengandung nilai-nilai kebenaran, keyakinan serta ketaatan. Yang merupakan nilai-nilai yang akan membentuk pribadi yang baik, bijak dan bermanfaat untuk lingkungannya sehingga nanti secara otomatis dapat menciptakan masyarakat yang rukun yang berakhlak mulia serta bermanfaat.
I.       NILAI AQIDAH DALAM IPTEK
Keutuhan antara iman, ilmu dan amal atau syariah dan akhlak dapat dilakukan dengan menganalogikan dinul Islam bagaikan sebatang pohon yang baik. Ini merupakan gambaran bahwa antara iman, ilmu dan amal merupakan suatu kesatuan yang utuh tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Iman diidentikkan dengan akar dari sebuah pohon yang menupang tegaknya ajaran Islam, ilmu bagaikan batang pohon yang mengeluarkan dahan. Dahan dan cabang-cabang ilmu pengetahuan. Sedangkan amal ibarat buah dari pohon itu seperti seni budaya, filsafat, dan Iptek yang dikembangkan di atas nilai-nilai iman dan ilmu akan menghasilkan amal shaleh bukan kerusakan alam. Pengetahuan adalah  segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindera, ilustrasi dan firasat, sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang telah diklasifikasi, diorganisasi, disistematisasi dan diinterpretasikan sehingga menghasilkan kebenaran obyektif, telah diuji kebenarannya dan dapat diuji ulang secara ilmiah. Dalam kajian filsafat setiap ilmu membatasi diri pada salah satu bidang kajian. Karena seseorang yang memperdalam ilmu tertentu disebut sebagai spesialis, sedangkan orang yang banyak tahu tapi tidak memperdalam disebut generalis. Dengan keterbatasan kemampuan manusia, maka sangat jarang ditemukan orang yang menguasai beberapa ilmu secara mendalam.
Istilah teknologi merupakan produk ilmu pengetahuan dalam sudut pandang budaya dan teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan. Meskipun pada dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik obyektif dan netral, akan tetapi dalam situasi seperti ini teknologi tidak netral lagi karena memiliki potensi yang merusak dan potensi kekuasaan, disitulah letak perbedaan antara ilmu pengetahuan dan teknologi.
Teknologi dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia juga sebaliknya dapat membawa dampak negatif berupa ketimpang-ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungan. Netralitas teknologi dapat digunakan untuk yang memanfaatkan yang sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia atau digunakan untuk menghancurkan manusia itu sendiri. Seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya, seni juga merupakan ekspresi jiwa seseorang kemudian hasil ekspresi jiwa tersebut dapat berkembang menjadi bagian dari budaya manusia, karena seni itu diidentik dengan keindahan.
















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Aqidah sangat berperan penting bagi kehidupan setiap manusia. Baik dalam kehidupan pribadi dan sosial. Aqidah  mengandung nilai-nilai kebenaran, keyakinan serta ketaatan. Yang merupakan nilai-nilai yang akan membentuk pribadi yang baik, bijak dan bermanfaat untuk lingkungannya sehingga nanti secara otomatis dapat menciptakan masyarakat yang rukun yang berakhlak mulia serta bermanfaat.

B.     Saran
Kita sebagi umat muslim hendaknya memegang teguh akidah kita, karena dengan aqidah insyaalah diri kita akan terus yakin kepada Allah SWT. Dengan memegang teguh akidah kita,  iman dan ketakwaan serta kepercayaan kita kepada Allah tidak akan pudar.
Selain itu, Aaqidah Islamiyah dengan segala rukun dan karakteristiknya adalah merupakan dasar yang kokoh untuk membangun masyarakat yang kuat, sebab Aqidah menunjang berbagai aspek kehidupan, mulai dari kepercayaan, keyakinan sampai ilmu teknologi.






DAFTAR PUSTAKA
Ali, Muhammad Daud. 2006. Pendidikan Agama Islam. Jakarta:     PT Raja Grafindo Persada
Muhammad, Asy- Syaikh Al- Faqih, Syaikh Abdus Salam. 2009. Aqidah Muslim Dalam Tinjauan Al-Quraan dan As-Sunnah. Bekasi: Maktabaah Daar El Salam
Adlisyahyusi. 2015. Aqidah. http://www.adlisyahyusi.blogspot.com. 10 september 2015
Ardhi. 2014. Aqidah dalam Islam. http://www.ardhi21.blogspot.com. 10 september 2015









                                                                                             

Tumis Labu siam

SELASA, 03 OKTOBER 2017 1. siapkan alat dan bahan yang akan digunakan. (bahan: labu siam, cabai, minyak goreng, garam, sasa (penyedap rasa),...